Rabu, 26 Mei 2010

proyek pembuatan proposal kegiatan

Judul Artikel :

Global Competition : The New Challenge for Management Accountants

Issue :

Sistem Tradisional Managerial Accounting kini tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar bisnis yang semakin mengglobal.

Latar Belakang Masalah :

Hal ini karena pasal global kini menjadi lebih dinamis dan dapat dilakukan di semua tempat. Ini merupakan tantangan bagi management accounting untuk mengembangkan fokus usaha dan membentuk suatu tim yang menyediakan input yang dibutuhkan dan membuat perusahaan bekerja lebih efektif dalam kompetisi global.

Saran :

Penggunaan system EDI (Electronic Data Interchange) yang memungkinkan proses transaksi dicatat secara instant dam menyediakan informasi terbaru bagi akuntan. Dan penggunakan system ABC (Activity-Based Costing) yang membuat akuntan lebih mengerti mengenai proses manufaktur dan service. Di dalamnya termasuk target costing, strategic cost management, transfer pricing, dan benchmarking.

Tujuan dari target costing adalah membentuk tim untuk mendesain, mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan produk baru juga membangun desain cost saving dan kualitas produk dari awal produksi. Target costing membantu perusahaan dalam beberapa cara. Pertama, membantu perusahaan untuk menilai produk yang dihasilkan dari cara pandang customer. Kedua, membentuk tim yang terdiri atas marketing, teknik, dan produksi yang akan mendesain produk. Ketiga, memastikan manager tidak membuang waktu dalam produksi yang kemudian mempengaruhi profit margin perusahaan.

SCM merupakan teknik untuk menentukan posisi stategik perusahaan dan mengurangi biaya pada waktu yang sama. Ada 3 kunci dalam SCM yaitu mengatur perspektif proses, mnghitung biaya aktivitas, membedakan nilai yang ditambahkan dari aktivitas yang tidak bernilai.

Transfer pricing digunakan untuk meminimalkan beban pajak perusahaan, mengembalikan dana, mengurangi tugas yang kurang efisien, mengatasi pembatasan yang penting.

Benchmarking bukan merupakan tugas dari accounting tetapi merupakan suatu alat yang digunakan dalam management accounting dalam berkompetisi secara gobal. Terdapat 2 tipe dalam benchmarking yaitu kompetitif dan world class. Ada 4 step dalam benchmarking. Pertama, menganalisa prosedur yang digunakan perusahaan dalam mencapai gol. Kedua, memilih cabang perusahaan atau departemen internal untuk dibandingkan prosesnya. Ketiga, memperoleh informasi yang lebih detail dalam pemilihan cabang perusahaan. Keempat, menganalisa informasi yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi kinerja cabang yang akan digunakan dalam organisasi.

Konklusi :

Kompetisi global membuat perusahaan harus memperhatikan aspek-aspek diluar perusahaannya sendiri, mereka harus selalu mempertimbangkan aktivitas kompetitor mereka. Mereka juga harus selalu memperhatikan potensi untuk pertumbuhan dan perkembangan usahaya untuk dapat bertahan. Cara-cara yang telah dijelaskan adalah cara agar bagainmana perusahaan lebih memperhatikan, mengenal dan mendayagunakan kekuatan mereka saat membuat strategi, rencana keuangan, dan kegiatan operasional pada kondisi kompetisi tingkat tinggi.

Hal ini membuat tantangan baru bagi akuntansi menejerial. Seorang akuntan harus berkerja dengan cross-functional teams. Dia harus mengenal perusahaannya dari hulu ke hilir,dan juga membandingkan dengan perusahaan lain untuk memcapai efektifitas dan efisiesi terbaik agar bisa berkompetisi pada pasar global. Namun disisi lain, selain kompetisi, perusaaan juga harus berkooperasi dengan perusahaan lainnya untuk mencapai kesempurnaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar